Minggu, 24 September 2017

Download Pengkhianatan G30S/PKI 1984 DVDRIP 720P 480P Full Movie Indonesia



Di akhir bulan September, salah satu peritiwa yang paling menarik dalam sejarah Indonesia adalah tentang pemberontakan G30 S PKI. Peristiwa ini biasa juga disebut sebagai Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) atau Gestok (Gerakan Satu Oktober) dan menjadi peristiwa sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Dalam pemberontakan tragis tesrebut, sejumlah Jendral dan perwira tinggi TNI Angkatan Darat terbunuh secara keji. Jenazah mereka dimasukkan ke sebuah sunur tua di daerah Lubang buaya yang di kemudian ditemukan kembali oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Alm. Sukitman,

Download Pengkhianatan G30S/PKI 1984 DVDRIP 720P 480P Full Movie Indonesia

Download Pengkhianatan G30S/PKI 1984 DVDRIP 720P 480P Full Movie Indonesia



 Pengkhianatan G30S/PKI 1984 DVDRIP 720P 480P Full Movie Indonesia


Hingga akhirnya gerakan pemberontakan tersebut dapat ditumpas pada tanggal 1 Oktober 1965. Hari bersejarah tersebut tersebut di kemudian hari diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Adapun
di tenpat ditemukannya jenazah para petinggi Angkatan Darat tersebut diabadikan dengan sebuah monumen yang disebut Monumen Pancasila Saksi. Para petinggi militer yang gugur tersebut kemudian dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Revolusi.


Film ini menggambarkan masa menjelang kudeta dan beberapa hari setelah peristiwa tersebut. 
Dalam kala kekacauan ekonomi, enam jenderal diculik dan dibunuh oleh PKI dan TNI Angkatan Udara, 
konon untuk memulai kudeta terhadap Presiden Soekarno. Jenderal Soeharto muncul sebagai tokoh yang menghancurkan gerakan kudeta tersebut, setelah itu mendesak rakyat Indonesia untuk memperingati mereka yang tewas dan melawan segala bentuk komunisme. Film ini juga menampilkan pergantian rezim pemerintahan Indonesia dari Presiden 
Soekarno ke Soeharto menurut versi pemerintahan Orde Baru. Film ini menggambarkan gerakan G30S sebagai gerakan kejam yang telah merencanakan “setiap langkah dengan terperinci”, [1] menggambarkan sukacita dalam penggunaan kekerasan yang berlebihan dan penyiksaan terhadap para jenderal, penggambaran yang telah dianggap menggambarkan bahwa “musuh negara adalah 
bukanlah manusia”.

0 komentar:

Posting Komentar